Telah kusimpan di sudut kepala
Hikayat kembang Jepara
Yang menganyam mimpi hawa
Lewat goresan kepada Noni Belanda
.
Usia masih belia
Belum genap kepala dua
Namun semangat empat lima
Demi emansipasi wanita
.
Bara dalam dada enggan padam
Kendati diberi raut muram
Atau tanggapan kelam
Hasratnya meretas segala suram
.
Kini kami tiada bungkam
Sebab kau robek sekat temaram
Yang mengunci belenggu kelam
Demi akhir lebih tentram
.
Yogyakarta, 24 April 2016
Menuju pagi pandangan kita saling berbincang, perihal renjana tersimpan di waktu panjang, juga tanya yang menggebu dalam dada, yang terus bertambah tanpa jeda. Ada ingin yang tak sempat terucap, bersama rindu yang lama mengendap, berpadu mengisi sudut-sudut jiwa, yang lagi-lagi runtuh dibabat kecewa. Bagaimana kupecahkan tanda tanya di balik sorot mata? sedang lidah sibuk menahan barisan kata, meredam debar yang semakin bising, bersama rasa ingin tahu yang tak juga menyingsing. Sudut kota, 2025
Comments
Post a Comment