Pernah kita melawan malam dari balik dinding menukar kata demi kata hingga malam menyerah lalu kita rayakan kemenangan dengan bulan sabit yang kau curi dari cakrawala kemudian kau sampirkan di bibirku Lalu kita mulai candu melawan malam terus menerus entah bagaimana laku jemarimu malam selalu menyerah dan bulan sabit kembali jadi milikku Kau tau, selalu kutangkap binar bintang dalam matamu di sela-sela ujung pertempuran namun kau enggan mengaku katamu, "mungkin kau salah lihat" Dan kini aku mencari malam itu kutunggu kau sembari melawan malam kau tak kunjung datang sesalkan aku yang lupa menyimpan malam kita Yogyakarta, 14 Juni 2016
hidup ini seperti kopi, pahit-manis panas-dingin semua teraduk dalam sebuah cangkir. jika kopi tersebut tumpah pilihanmu hanya 2 : meratapi tumpahan tersebut atau membuat kopi yang baru :)