Pernah kita melawan malam dari balik dinding
menukar kata demi kata hingga malam menyerah
lalu kita rayakan kemenangan
dengan bulan sabit yang kau curi dari cakrawala
kemudian kau sampirkan di bibirku
Lalu kita mulai candu
melawan malam terus menerus
entah bagaimana laku jemarimu
malam selalu menyerah
dan bulan sabit kembali jadi milikku
Kau tau, selalu kutangkap binar bintang dalam matamu
di sela-sela ujung pertempuran
namun kau enggan mengaku
katamu, "mungkin kau salah lihat"
Dan kini aku mencari malam itu
kutunggu kau sembari melawan malam
kau tak kunjung datang
sesalkan aku yang lupa menyimpan malam kita
Yogyakarta, 14 Juni 2016
menukar kata demi kata hingga malam menyerah
lalu kita rayakan kemenangan
dengan bulan sabit yang kau curi dari cakrawala
kemudian kau sampirkan di bibirku
Lalu kita mulai candu
melawan malam terus menerus
entah bagaimana laku jemarimu
malam selalu menyerah
dan bulan sabit kembali jadi milikku
Kau tau, selalu kutangkap binar bintang dalam matamu
di sela-sela ujung pertempuran
namun kau enggan mengaku
katamu, "mungkin kau salah lihat"
Dan kini aku mencari malam itu
kutunggu kau sembari melawan malam
kau tak kunjung datang
sesalkan aku yang lupa menyimpan malam kita
Yogyakarta, 14 Juni 2016
Comments
Post a Comment