Prahara berlari dalam kepala
Tumbangkan tunas-tunas gairah
Bosan! Ingin rubuhkan tembok bisu
Namun waktu mengunci bibir rapat-rapat
Ah ... kubangun saja benteng angkuh di muka
Biar nara-nara menerka
Masih adakah remah imaji yang tinggal
Atau semua telah tanggal?
.
.
Yogyakarta, 4 April 2016
Comments
Post a Comment