Rumahmu rubuh
Menjelma puing di sudut-sudut
Setelah dihajar badai tadi
Hingga merebah pada waktu
.
Rumahmu runtuh
Tak bisa lagi kau berteduh
Atau sembunyi dari gaduh
.
Rumahmu rapuh
Dalam serpihan kenang
yang menyerang kala kau datang
.
Rumahmu kini jatuh
Pada masa separuh bulan
Ia menyerah
Di tanggal merah
.
Yogyakarta, 12 April 2016
Menuju pagi pandangan kita saling berbincang, perihal renjana tersimpan di waktu panjang, juga tanya yang menggebu dalam dada, yang terus bertambah tanpa jeda. Ada ingin yang tak sempat terucap, bersama rindu yang lama mengendap, berpadu mengisi sudut-sudut jiwa, yang lagi-lagi runtuh dibabat kecewa. Bagaimana kupecahkan tanda tanya di balik sorot mata? sedang lidah sibuk menahan barisan kata, meredam debar yang semakin bising, bersama rasa ingin tahu yang tak juga menyingsing. Sudut kota, 2025
Comments
Post a Comment