Tibalah berpijak pada titik semu
Aku masih meraba
Cemas-cemas harap terjamah
Sekat yang dijauhi si sabar
Di mana ia sembunyi?
Dalam lorong-lorong asa tiada wujudnya
Di tanah lapang pun ia enggan membentang
Lalu di mana dia berdiam
dalam gejolak si pemilik angkara?
Ataukah ia telah melebur
berpadu dalam rapalan munajad?
Ah ... takdir selalu mengajak berteka-teki
.
.
Yogyakarta, 10 April 2016
Comments
Post a Comment