Tanya itu masih bergelayut
dalam tempurung sang puan
di mana titik temu?
adakah ia merajuk
hingga enggan bertandang
.
Kemudian puan berhenti
jalan di muka memilih buntu
bertopeng sekat kelabu
.
Tanya bergelayut enggan terhempas
kendati jawab siap mendekap
sebab bukan pada jawab sang tanya menetap
.
.
Yogyakarta, 13 April 2016
Menuju pagi pandangan kita saling berbincang, perihal renjana tersimpan di waktu panjang, juga tanya yang menggebu dalam dada, yang terus bertambah tanpa jeda. Ada ingin yang tak sempat terucap, bersama rindu yang lama mengendap, berpadu mengisi sudut-sudut jiwa, yang lagi-lagi runtuh dibabat kecewa. Bagaimana kupecahkan tanda tanya di balik sorot mata? sedang lidah sibuk menahan barisan kata, meredam debar yang semakin bising, bersama rasa ingin tahu yang tak juga menyingsing. Sudut kota, 2025
Comments
Post a Comment