Lalu lalang kendaraan dan permainan memenuhi badan jalan. Sesekali
di antara mereka enggan mengalah. Ada kendaraan yang melaju tanpa sabar, dengan
klakson selalu terjamah. Ada pula pengunjung yang entah bagaimana membuat jalur
sendiri untuk permainan mereka. Sehingga tak jarang teguran halus, hingga umpatan
kasar terlahir dari bibir-bibir pengguna jalan lainnya. Pihak yang menerima
umpatan hanya memamerkan tawa berderai, baginya itu hanya perkara sepele. Tujuan
utama ke sini adalah menghempas segala penat.
Kemudian di tengah alun-alun beberapa manusia sibuk bertaruh
melewati si kembar dengan mata tertutup. Penasaran mendominasi hasrat mereka
yang sedang mencoba. Rekan-rekan mereka yang tidak ikut mencoba memberi sorakan
dari belakang. Sesekali ada juga yang sengaja mengumumkan rute yang salah agar
kawannya tersesat. Karena rute yang keliru tersebut, tak jarang pula ada
peserta coba-coba yang melenceng jauh nyaris ke tepi jalan. Jika sudah begitu,
maka rekannya akan membimbing kembali ke tempat seharusnya sambil tertawa geli.
Beberapa peserta bersorak girang ketika berhasil melewati si kembar dalam
keadaan mata tertutup. Bagi mereka yang baru pertama kali mencoba itu adalah
sebuah prestasi yang luar biasa. Sedang untuk mereka yang sudah beberapa waktu
berkunjung, melewati si kembar merupakan obat rindu yang tiada duanya bagi
tempat ini.
Yang paling aku rindukan tentu saja bakso bakar yang dijual
di tengah alun-alun. Aromanya yang memenuhi udara malam sanggup membuat aku
bertandang. Rasanya yang gurih begitu mencandu untuk aku nikmati kembali. Bakso
bakar adalah kudapan paling pas untuk mengisi lelah usai memutari alun-alun
dengan permainan, ataupun setelah uji coba melewati si kembar. Berhasil tidaknya
mereka terlewati, bakso bakar akan selalu di hati
<3
Comments
Post a Comment