Mari kita lekas beranjak
dari cengkraman bimbang
jua belenggu yang mengikat
.
Atau kita lompat saja
daripada terus menggantung
pada dahan abu-abu
.
Sebab beberapa jawab enggan bertemu tanya
dan memilih sembunyi
di balik dada penuh teka-teki
yang riuh oleh segala prasangka
.
Dan kini teka-teki retak
padamkan segala debar
kemudian menjelaga
dalam dua bola matamu
.
Yogyakarta, 28 Maret 2016
Menuju pagi pandangan kita saling berbincang, perihal renjana tersimpan di waktu panjang, juga tanya yang menggebu dalam dada, yang terus bertambah tanpa jeda. Ada ingin yang tak sempat terucap, bersama rindu yang lama mengendap, berpadu mengisi sudut-sudut jiwa, yang lagi-lagi runtuh dibabat kecewa. Bagaimana kupecahkan tanda tanya di balik sorot mata? sedang lidah sibuk menahan barisan kata, meredam debar yang semakin bising, bersama rasa ingin tahu yang tak juga menyingsing. Sudut kota, 2025
Comments
Post a Comment