Aku terseret dalam arus waktu
Yang berlabuh dalam matamu
Di mana segala tanya retas
Dahaga rindu menjelma puas
.
Aku ingin terus berdiam
Di balik matamu nan kelam
Melebur segala resah dan pasrah
Kembali membelai kalbu yang lelah
.
Namun semesta tergugu
Pada hasrat yang membatu
Pikirku masih harus ku menunggu
Realita dirimu miliknya satu
.
Kini kutulis hikayat renjana dalam dada
Tentang hujan rindu enggan mereda
Kendati kusampul dengan tawa
Hanya dirimu belahan jiwa
.
Yogyakarta, 9 Maret 2016
Kepada sang penggerak kala, izinkan aku memahami teka-teki rasa, perlahan menapaki dinding sanubari, melewati celah di antara dua anak manusia Bagaimana terjemahan "cinta", sedang aku terus mencari "kita", sibuk berlari dari pelukan dia, dan berhenti di dekapan kekasih lainnya, yang lagi-lagi dibawa lari semesta Sanggupkah aku melawan waktu? sedang aku terus diam dalam rangkulan ragu menanti tepat yang tak kunjung berlaku Tangerang, 30 Maret 2025 terinspirasi dari film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Ost. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu | Aina Abdul ft Fabio Asher
Comments
Post a Comment