Ini masih terlalu pagi untuk
menerima tamu. Tapi lelaki itu sudah berdiri di ambang pintu.
Jujur saja, aku malas menanggapinya. Namun tak ada alasan yang cukup masuk akal untuk menyangkal kehadirannya.
Hmm, sebenarnya ada satu alasan. Tapi ini sungguh tidak masuk akal.
Bulan kelahirannya, bulan Desember.
Jujur saja, aku malas menanggapinya. Namun tak ada alasan yang cukup masuk akal untuk menyangkal kehadirannya.
Hmm, sebenarnya ada satu alasan. Tapi ini sungguh tidak masuk akal.
Bulan kelahirannya, bulan Desember.
"Ngapain ke sini
pagi-pagi?" tanyaku dingin.
"Mau jemput kamu"
"Ke mana? Ini baru jam 8 pagi"
"Udah ikut aja. Sana mandi, kamu kan kalau mandi lama"
"Mau jemput kamu"
"Ke mana? Ini baru jam 8 pagi"
"Udah ikut aja. Sana mandi, kamu kan kalau mandi lama"
Satu setengah jam kemudian dia
membawaku ke supermarket di kota ini.
Hey, sejak kapan ada orang kencan di supermarket?
Hey, sejak kapan ada orang kencan di supermarket?
"Tanggal segini kamu biasa
belanja bulanan kan? Kebetulan aku juga mau belanja"
Kebetulan yang terlalu mengada-ada. Tapi ide tentang belanja bersama unik juga.
"Oke, aku ke sana dulu ya"
Kebetulan yang terlalu mengada-ada. Tapi ide tentang belanja bersama unik juga.
"Oke, aku ke sana dulu ya"
Tak butuh waktu lama bagimu
untuk kembali menghampiriku.
Sepertinya memang benar, ketika belanja pria tidak lebih lama dibanding wanita
"Aku udah nih, kamu masih ada yang mau dicari?"
"Iya, di lorong sebelah kayaknya. Kalau posisi barangnya belum berubah.
Sepertinya memang benar, ketika belanja pria tidak lebih lama dibanding wanita
"Aku udah nih, kamu masih ada yang mau dicari?"
"Iya, di lorong sebelah kayaknya. Kalau posisi barangnya belum berubah.
Keranjang belanjaannya sebagian
besar diisi sabun. Mungkin dia seorang juragan sabun, atau sejenisnya.
"Kamu borong sabun?"
"Hehehe diskon tujuh puluh persen. Lumayan nyetok buat berapa bulan ke depan"
"Kupikir cuma perempuan yang peka sama diskon"
Dia tertawa. Aku terpana.
Duh.
"Hehehe diskon tujuh puluh persen. Lumayan nyetok buat berapa bulan ke depan"
"Kupikir cuma perempuan yang peka sama diskon"
Dia tertawa. Aku terpana.
Duh.
Sepertinya aku mematahkan
prinsip untuk menolak laki-laki Desember.
Entah mengapa lelaki Desember punya kutub magnet yang berlawanan denganku.
Dan lagi-lagi aku tertarik.
Entah mengapa lelaki Desember punya kutub magnet yang berlawanan denganku.
Dan lagi-lagi aku tertarik.
Tangerang, 14 Juli 2016
Comments
Post a Comment