Legam masih tegar di luar jendela
mengintip malu pada aku yang setia terjaga
sembari meniupkan napasnya di antara kisi-kisi
mendinginkan kopi tanpa gula
yang menggenang semalam suntuk
Adakah aku
mengisi ruang dengan sepi
bungkam di bibir, kecamuk di kepala
entah apa ribut-ribut dalam pikir
toh, detak jarum jam tak peduli
Kemarilah waktu
aku ingin bernegoisasi
pelankan lajumu
sebab kecamuk dalam kepala enggan mereda
tanpa kau mendampingi
Berjalanlah kalian
perlahan bersisian menuju akhir
di meja dosen
Yogyakarta, 23 Mei 2016
Comments
Post a Comment