Terang dilahirkan untuk mendampingi gelap
Seperti lentera berjalan dalam lorong tanya
mengisi ruang dengan lekuknya
yang mendamba hangat
.
Teka-teki masih sembunyi
dalam tempurung yang menanti kepulangan
seberkas lentera dan menjamah segala tanya
.
Lalu mengapa lentera enggan bertandang?
sedang kami sudah berbaris di muka syarat
menunggu giliran datangnya lentera
yang pendarnya nyaris redup
dalam genggaman kuasa
juga mereka yang senang hura-hura
.
Kusebut lentera itu
Pendidikan
.
Yogyakarta, 2 Mei 2016
Menuju pagi pandangan kita saling berbincang, perihal renjana tersimpan di waktu panjang, juga tanya yang menggebu dalam dada, yang terus bertambah tanpa jeda. Ada ingin yang tak sempat terucap, bersama rindu yang lama mengendap, berpadu mengisi sudut-sudut jiwa, yang lagi-lagi runtuh dibabat kecewa. Bagaimana kupecahkan tanda tanya di balik sorot mata? sedang lidah sibuk menahan barisan kata, meredam debar yang semakin bising, bersama rasa ingin tahu yang tak juga menyingsing. Sudut kota, 2025
Comments
Post a Comment