Ragaku memanggut mesra rinai hujan petang itu.
Gerayangi rerintik dengan jemari tanpa bayang.
Biarkan titik air
mengikuti alurnya surai hitamku.
Menampar wajah yang kian nestapa dirudung malang.
Retinaku menangkap bayangmu di ujung jalan
Payung kau genggam , titah terlontar pinta beranjak
Aku masih ingin di sini menarikan tarian hujan
Jangan beri aku payung, lekas kemari kawani aku berpijak!
Tangerang, 24 Agustus 2015
-angelinaamm-
Comments
Post a Comment