Lembaran kisahku nyaris usang
Lama tak kugores dengan larik-larik
aksara di atasanya
Jemariku mati rasa
Isi kepalaku tak mampu berjalan,
diam di tempat
Tak sanggup mengungkap satu dua
kata
Hingga netra hanya terpaku pada lembaran
hampa.
Kumeratap di bawah cakrawala legam
Bersama titik-titik cahaya
menggelayut manja di sudutnya
Rayuan angin malam pun tak
kuhariaukan
Suara rinai menjatuhi bumi jua tak
mampu hilangkan
Gemertak risau yang menggedor pintu
hati
Yang kini kehilangan aksaranya.
-angelinaamm-
Comments
Post a Comment