Suatu hari di bulan dua belas
Surat undangan mendarat di beranda
Namamu namanya terukir jelas
Pilu hati bak dihajar gada
Sekar asmara yang elok merekah
Ditebas habis pedang penghianatan
Tiada kata sanggup lukiskan amarah
Hanya kristal bening meluncur perlahan
Aku bukan wanita bertopeng tegar
Yang mampu lafalkan semoga bahagia
Lara sukma yang kau toreh sangar
Terpatri di memori sepanjang masa
Tangerang, 4 Agustus 2015
-angelinaaamm-
Comments
Post a Comment