Rasa pahit menyapa indera pengecap
Berdiam di sana enggan beranjak
Begitupun rindu yang menggatung di sudut atma
Bergelayut manja menanti diusir sang kala
Teguh menetap hingga meredup asa
Dan jemariku mulai berlarian di atas papan tombol
Hujani ladang hampa dengan rangkaian aksara
Sudikah netramu sejenak hampiri?
Seiring fajar yang merangkak kembali ke peraduan
Kupaksa lambung merengkuh dinginnya kopi
Sedingin rindu yang kian membatu
Senja di Kota Istimewa
29 September 2015
-angelinaamm-

Comments
Post a Comment