Jemari-jemari waktu tlah jauh merangkak lewati batas
Tinggalkan aku yang bermunajad, lafalkan asa yang nyaris
retas
Kendatipun mustahil kau sanggup menerka
Niscaya, renjana titipanNya kugenggam erat hingga pejaka
Aku mencintaimu dengan sederhana
Tanpa terucap
kata tapi maupun karena
Aku mencintaimu dengan sederhana
Seperti titik-titik air menjatuhi kuncup gulana
Aku mencintaimu dengan sederhana
Melalui sembahku padaNya di tiap novena
Aku mencintaimu dengan sederhana
Lewat aksara yang dilahirkan sebatang pena
Dan biarkan bahtera rinduku berlabuh di dermaga
sanubarimu
Setelah letih mengarungi samudera asmara tanpa titik
temu
Kini kuikatkan temali hati pada tiang sengkala
Bersamamu kunikmati remah-remah senja di batas
cakrawala
Yogyakarta,
8 September 2015
-angelinaamm-
Comments
Post a Comment