Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2016

Susu Cokelat

Di meja ada susu cokelat Mengintip genit pada yang menggeliat Dalam rangkulan waktu nan erat Susu cokelat pengusir lapar Lenyap hangat sebab kian terlantar Mimpi semalam masih kau kejar-kejar Yogyakarta, 24   Juli 2016

Lagi-lagi Desember

Ini masih terlalu pagi untuk menerima tamu. Tapi lelaki itu sudah berdiri di ambang pintu. Jujur saja, aku malas menanggapinya. Namun tak ada alasan yang cukup masuk akal untuk menyangkal kehadirannya. Hmm, sebenarnya ada satu alasan. Tapi ini sungguh tidak masuk akal. Bulan kelahirannya, bulan Desember. "Ngapain ke sini pagi-pagi?" tanyaku dingin. "Mau jemput kamu" "Ke mana? Ini baru jam 8 pagi" "Udah ikut aja. Sana mandi, kamu kan kalau mandi lama"   Satu setengah jam kemudian dia membawaku ke supermarket di kota ini. Hey, sejak kapan ada orang kencan di supermarket? "Tanggal segini kamu biasa belanja bulanan kan? Kebetulan aku juga mau belanja" Kebetulan yang terlalu mengada-ada. Tapi ide tentang belanja bersama unik juga. "Oke, aku ke sana dulu ya"  Tak butuh waktu lama bagimu untuk kembali menghampiriku. Sepertinya memang benar, ketika belanja pria  tidak lebih lama dibanding wanita "Aku...

Pernikahan dan Rahasia

Sudah setengah jam berlalu sejak waktu yang ditentukan. Kamu belum juga tiba, mungkin terjebak macet atau terjebak klien. Dari penuturanmu, klien yang datang akhir-akhir ini berasal dari ragam kasus yang cukup unik. Tentu saja kamu sebagai pengacara yang dipilih mereka harus ekstra menguras pikiran bagaimana cara menyelesaikannya tanpa mendatangkan masalah baru.   Kedai kopi favoritmu tak terlalu ramai setiap Jumat malam. Inilah yang mampu menahan kita bertukar cerita selama yang kita mau, lagi pula kedai kopi ini buka dua puluh empat jam. Aku melambaikan tangan ketika kutangkap sosokmu di sudut ruang. Dalam sekejap kita sudah saling berhadapan. ”Gimana hari ini? Maksudku seminggu terakhir ini?” aku langsung mencecarmu dengan pertanyaan. “Pusing banget. Kamu tahu gak? Klienku ada yang ngajuin cerai di usia pernikahan yang hampir 30 tahun. Gak ngerti deh apa yang ada di pikiran mereka,” seperti biasa kamu langsung bercerita panjang lebar. “Hah? Serius kamu? Tapi itu gak ...

Puisi

“Aku sebentar lagi pulang, kamu masih mau nungguin kan?” Sebaris pesan darimu menyapa gigilnya malam. Tak usah kubalas kamu pun mengerti, menunggumu sudah menjadi hobi yang kujalankan beberapa bulan terakhir ini. Aku teringat peistiwa setahun lalu saat pertama kali menemukanmu. Kala itu aku sedang menyaksikan pembacaan puisi oleh salah seorang penyair ternama di kota ini. Kehadiranku boleh dibilang terlambat, sehingga aku terpaksa berdiri untuk beberapa waktu. Kalau saja kamu yang tepat berada di sebelahku tidak menawarkan tempat duduk, mungkin aku akan terus bertopang dengan kedua kaki hingga acara usai. “Terima kasih,” aku melemparkan senyum penuh syukur. “ Perempuan datang atas nama cinta ,” (1) kamu menjawab dengan membaca sebaris puisi yang cukup terkenal. Aku terperanjat, lalu berpikir apakah tadi aku salah ucap? “Eh... Bunda pergi karena cinta ,” (1) dan dengan lugunya aku meneruskan puisi tersebut ke baris selanjutnya. Tanggapanku memancingmu untuk berpuisi kemba...

Tangerang-Surabaya

Barangkali kamu tidak tahu mengapa tanggal hari ini melekat kuat dalam kepalaku. Atau mungkin kamu tidak sadar bahwa sejarah baru untuk esok telah tercipta. Ah iya kamu selalu lupa dan aku selalu ingat Detik ini juga kuraih laptop dan mengirim sebaris pesan padamu. Teknologi selalu berhasil menghubungkan Tangerang-Surabaya seperti rumahku dan minimarket. “Selamat menjadi orang dewasa yang sesungguhnya” Satu jam berlalu dan pesanku belum kau jawab, kau baca pun mungkin tak sempat. Sebab pesanku adalah pesan kesekian yang tertumpuk dalam kotak masukmu. Mungkin kau berpikir ini singkat, padat, dan tidak jelas. Tetapi tahukah kamu? Dewasa yang sesungguhnya adalah tahu langkah apa yang kamu ambil. Mengerti kapan harus nakal dan kalem. Dan memahami apa yang disebut prioritas. Jadi apa prioritasmu di usia baru ini? Semoga segera kau segerakan. Sekali lagi, selamat ulang tahun! Tangerang, 8 Juli 2016

Rival

“Udah ketemu?” pertanyaan yang kulontarkan tepat ketika wajahmu muncul dari balik rak-rak buku. Kau mengangkat bahu dengan raut pasrah, “kayaknya di sini gak ada deh, cari tempat lain yuk”. Semesta sepertinya sedang berpihak kepadaku, hari ini aku bebas menghabiskan waktu denganmu. Perempuan itu tak sanggup menemanimu. Dia sibuk mengejar deadline pemotretan majalah yang hampir terbit tepat di saat kau butuh partner dalam memilih buku acuan untuk tugas akhir.  Rasanya seperti menang lotre, dan hadiahnya kamu. Kita menelusuri jalan-jalan kota yang cukup ramai senja itu. Seperti biasa kau menyenandungkan lagu-lagu The Beatles, seolah jalanan yang ramai ini adalah audiens dan motor bebek ini adalah panggunggmu. Kau terus bersenandung sampai kita diberhentikan lampu merah. “Tugas akhirmu gimana?” kau memulai pembicaraan. “Minggu depan aku sidang,” jawabku dengan bangga. “Loh kok cepet banget?” “Aku udah kan udah bilang, aku bakal lulus duluan. Trus n...

Pulang (?)

Setelah lelah mengupas cerita dan menyimpan remahnya dalam saku kini aku memilih pulang pada rumah yang enggan memaksa . Semesta enggan memberi ampun atas ragu yang berdenyut dalam nadimu . Tangerang, 3 Juli 2016