Suatu hari di bulan dua belas Surat undangan mendarat di beranda Namamu namanya terukir jelas Pilu hati bak dihajar gada Sekar asmara yang elok merekah Ditebas habis pedang penghianatan Tiada kata sanggup lukiskan amarah Hanya kristal bening meluncur perlahan Aku bukan wanita bertopeng tegar Yang mampu lafalkan semoga bahagia Lara sukma yang kau toreh sangar Terpatri di memori sepanjang masa Tangerang, 4 Agustus 2015 -angelinaaamm-
hidup ini seperti kopi, pahit-manis panas-dingin semua teraduk dalam sebuah cangkir. jika kopi tersebut tumpah pilihanmu hanya 2 : meratapi tumpahan tersebut atau membuat kopi yang baru :)