Bagaimana kabarMu yang menduduki semesta?
Maaf jika aku masih jarang mengajakmu berbincang
Terkadang lelap membawaku lari begitu saja
hingga lupa berterima kasih atas dua puluh empat jam yang Kau titipkan
.
Juga ketika kubiarkan dingin membelai di awal hari
hingga tak sempat ucap permisi
menghabiskan waktu hingga berganti esok
.
Saat dihadapkan pada sepiring rezeki
lagi-lagi aku tak ingat apa itu syukur
Lambungku terkadang enggan menunggu sedikit lebih lama untuk dipenuhi
.
Bukan salah lelap, dingin, bahkan lambungku yang meronta sejatinya tak berdosa
Namun hati enggan mengaku bahwa dialah kunci dari segala laku
termasuk perihal berbincang denganMu
.
Mungkin aku terlalu angkuh
untuk memanusiakan diri di hadapMu
atau aku tak cukup nyali
membuka rahasia paling kelam yang jelas-jelas Kau tahu?
.
Tunggu, biar kutamatkan doa yang belum terucap
.
Yogyakarta, 24 Januari 2017
Kepada sang penggerak kala, izinkan aku memahami teka-teki rasa, perlahan menapaki dinding sanubari, melewati celah di antara dua anak manusia Bagaimana terjemahan "cinta", sedang aku terus mencari "kita", sibuk berlari dari pelukan dia, dan berhenti di dekapan kekasih lainnya, yang lagi-lagi dibawa lari semesta Sanggupkah aku melawan waktu? sedang aku terus diam dalam rangkulan ragu menanti tepat yang tak kunjung berlaku Tangerang, 30 Maret 2025 terinspirasi dari film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Ost. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu | Aina Abdul ft Fabio Asher
Comments
Post a Comment