Rerintik masih menyimpan tanya
Tentang mengapa bagaimana
Kau sembunyi dalam sunyi
Sedang gaduh sibuk berbunyi
.
Berlalu hujan wariskan senyap
Menelan kekatamu yang tak jua hinggap
Gejolak amarah dalam-dalam kusiman
Sebab bungkammu hanya tuk cari aman
.
Tangerang, 14 Februari 2016
Menuju pagi pandangan kita saling berbincang, perihal renjana tersimpan di waktu panjang, juga tanya yang menggebu dalam dada, yang terus bertambah tanpa jeda. Ada ingin yang tak sempat terucap, bersama rindu yang lama mengendap, berpadu mengisi sudut-sudut jiwa, yang lagi-lagi runtuh dibabat kecewa. Bagaimana kupecahkan tanda tanya di balik sorot mata? sedang lidah sibuk menahan barisan kata, meredam debar yang semakin bising, bersama rasa ingin tahu yang tak juga menyingsing. Sudut kota, 2025
Comments
Post a Comment