Dini hari
Aku dan kau masih di sini
Di balik layar terpatri
Lalu kita berbincang
Tentang sisi yang timpang
Juga tentang asa di waktu mendatang
Kau meramu masa depan
dengan ilmu di genggaman
Aku sibuk melukis hari
dengan berjuta warna-warni mimpi
Dan kemudian
mengalir sejuta alasan
mengapa lelap tiada berkenan
Katamu
pelawak itu menahan kantukmu
Sedang aku
tertawan barisan kekata baku
Kau pinta rendalah bunga tidur
namun puisiku belum gugur
Kemudian kau minta diri
menutup indahnya hari
harap mengintip larik-larik ini esok hari
Tangerang, 22 Januari 2016
Comments
Post a Comment