Setelah usai kutelanjangi kau lewat netra
Perlahan kutelusuri lekuk-lekuk rasamu
Berharap menggamit satu makna
Ah... tuan
tak jua terjamah
keangkuhan di balik senyummu
Sekian waktu tak kunjung padam
kobaran asa yang membakar sukma
Kendati percikan rindu menggerogoti hati
merambat sentuh isi kepala
Hingga kini
aku terbakar
jadi abu
Kamu
pemantik rasa
menderai tawa dalam laraku
Sedang aku terpenjara
dalam enigma yang kau cipta
Yogyakarta, 29 November 2015
Comments
Post a Comment