Sembilan bulan
berlindung dalam rahimmu
Bergantung hidup pada
seutas plasenta
Maut menyerah bergelut
denganmu
Kala generasi baru tiba
di depan mata
Tuturmu bagai senandung
nyanyian
Bibir terlengkung indah
atas rengekan
Retina penuh cemas
menangkap bayangan
Bidadari kecil dalam
rangkulan
Dua dasawarsa sudah
terlewatkan
Bidadari kecil kini
telah dewasa
Mengepakkan sayap –
sayap kehidupan
Tiada gentar menantang
bayu perkasa
Kertas yang ternoda
menjadi saksi bisu
Goresan tintapun seolah
bersuara
Barisan puisi ini tak
seindah parasmu
Wanita yang kupanggil mama-angelinaamm-
Comments
Post a Comment