Skip to main content

Lelah

Entah apa yang terpikir dalam benakmu
Bermain drama tiada henti
Berganti peran setiap hari
Berdialog seolah kau paling benar
Meratap nasib kaulah yang paling malang

Kamu, entah bagaimana dulu mampu membuat terpikat
Menarikku dalam duniamu
Menghadirkan warna dalam hidupku yang hampa
Menciptakan tawa di tengah tangis
Sosokmu seolah tanpa cela

Setelah mendapatkanku terungkaplah semua
Kau mulai berdrama
Tiada hari tanpa sandiwara
Berperan sesuka hatimu
Kau benar, aku salah
Kau protagonis, aku antagonis

Apakah berdrama mampu menghapus dahagamu?
Apakah kau candu akan bermain peran?
Tak tahukah kau aku sudah lelah?
Lelah berpura-pura seolah aku bahagia
Lelah terus-terusan kau sulut emosinya
Lelah kau sudutkan seolah kau yang paling menderita
Lelah dipermainkan di panggung sandiwaramu

Kita tiada berjarak tapi terasa asing
Kuberi jarak kau rengkuh kembali
Meminta untuk tetap tinggal
Dengan sejuta alasan kau tahan aku
Mengurungku dalam permainanmu
Menjanjikan semua tak akan sama
Tapi semakin terengkuh olehmu semakin sakit kurasa
Seperti ada kawat berduri yang siap menyakiti bila ku mendekat

Sudahlah
Sudah waktunya cerita ini diakhiri
Berhenti berdusta atas nama cinta
Semua hanya untuk memuaskan egomu semata
Biarkan aku pergi
Aku harus menjemput bahagiaku

-angelinaamm-

Comments

Popular posts from this blog

Menuju Pagi

Menuju pagi pandangan kita saling berbincang, perihal renjana tersimpan di waktu panjang, juga tanya yang menggebu dalam dada, yang terus bertambah tanpa jeda. Ada ingin yang tak sempat terucap, bersama rindu yang lama mengendap, berpadu mengisi sudut-sudut jiwa, yang lagi-lagi runtuh dibabat kecewa. Bagaimana kupecahkan tanda tanya di balik sorot mata? sedang lidah sibuk menahan barisan kata, meredam debar yang semakin bising, bersama rasa ingin tahu yang tak juga menyingsing. Sudut kota, 2025

Tak Pernah Tepat Waktu

Kepada sang penggerak kala, izinkan aku memahami teka-teki rasa, perlahan menapaki dinding sanubari, melewati celah di antara dua anak manusia Bagaimana terjemahan "cinta", sedang aku terus mencari "kita", sibuk berlari dari pelukan dia, dan berhenti di dekapan kekasih lainnya, yang lagi-lagi dibawa lari semesta  Sanggupkah aku melawan waktu? sedang aku terus diam dalam rangkulan ragu  menanti tepat yang tak kunjung berlaku   Tangerang, 30 Maret 2025 terinspirasi dari film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Ost. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu | Aina Abdul ft Fabio Asher

Ruang Kosong

Lewat tengah malam aku masih menerka-nerka, perihal perjalanan waktu yang mengantarku kepadamu, bagaimana suka duka di belakang, menerjemahkan seperti apa kita sekarang Ada sesal yang terlahir (lagi), dari tangan-tangan yang menggenggam hitam, juga pengampunan yang dilafalkan satu demi satu, membuka tabir masa lampau yang kusimpan rapat-rapat Bagaimana mungkin kaki ini terantuk kembali pada lubang yang sama, sedang di depan sana lagi-lagi bendera abu-abu yang kau kibarkan, seperti warna yang kau goreskan di tahun-tahun sebelumnya Mungkin sudah datang masanya, berbincang kepada diri, melapangkan dada menampung kecewa, meski hati kerap bertanya-tanya,  bagaimana membaca kata "cukup" di matamu? Bahkan jika seisi dunia kuberi, tak kan (pernah) cukup mengisi ruang kosong dalam hatimu Begitu juga maafmu, tak sanggup membalut luka yang (selalu) kau ukir Ruang Kosong, 23 Februari 2025