Apa kabar Pangeranku yang selalu bertanding di depan layar? Aku harap kamu masih tersenyum dan tertawa seperti saat terakhir ku melihatmu. Apa yang sibuk kau perbuat sekarang? Masih sama seperti yang dulukah? Atau kau mempunyai kesibukan baru?
Maaf jika aku terlalu banyak bertanya, aku hanya terlalu ingin tahu keadaanmu sekarang. Setahun sudah kita tiada bersua. Jangankan bersua, pesanku yang tak terbalas olehmu tak terhitung lagi jumlahnya. Aku bagaikan angin lalu di matamu, hanya sekejap lalu terabaikan.
Kamu tahu kan, apapun yang menyangkut soal perasaan bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan. Yang kurasakan saat ini sungguh bukanlah inginku, aku tak bermaksud mengusikmu dengan perasaan ini. Perasaan ini tumbuh dengan hebatnya tanpa kuminta. Merambat hingga ke relung jiwa. Tanpa dipupuk perhatian, tanpa disiram balasan, perasaan ini masih hidup dan nyata.
Berulang kali kucoba untuk mencabut perasaan ini hingga ke akar- akarnya. Atau membakar habis semuanya hingga tak meninggalkan jejak. Tapi semua itu berhasil nihil. Perasaan itu masih pada tempatnya dan masih pada sosok yang sama, kamu.
Aku tak pernah memaksamu untuk merasakan hal yang sama atau membalas rinduku. Aku cukup tahu diri siapa aku. Biarlah segenap perasaan ini memelukmu dari jauh.
Jaga saja dirimu untukku dan orang - orang yang menyayangimu. Jangan lupa selalu mengucap syukur atas segala nikmatNya. Pantang menyerah akan segala rintangan hidup. Dan semoga kamu selalu dalam lindungan Tuhan di manapun kamu berada.
Jangan paksa aku untuk berhenti menyayangi dan merindumu, ingat soal perasaan tak bisa dipaksakan ;)
-angelinaamm-
Maaf jika aku terlalu banyak bertanya, aku hanya terlalu ingin tahu keadaanmu sekarang. Setahun sudah kita tiada bersua. Jangankan bersua, pesanku yang tak terbalas olehmu tak terhitung lagi jumlahnya. Aku bagaikan angin lalu di matamu, hanya sekejap lalu terabaikan.
Kamu tahu kan, apapun yang menyangkut soal perasaan bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan. Yang kurasakan saat ini sungguh bukanlah inginku, aku tak bermaksud mengusikmu dengan perasaan ini. Perasaan ini tumbuh dengan hebatnya tanpa kuminta. Merambat hingga ke relung jiwa. Tanpa dipupuk perhatian, tanpa disiram balasan, perasaan ini masih hidup dan nyata.
Berulang kali kucoba untuk mencabut perasaan ini hingga ke akar- akarnya. Atau membakar habis semuanya hingga tak meninggalkan jejak. Tapi semua itu berhasil nihil. Perasaan itu masih pada tempatnya dan masih pada sosok yang sama, kamu.
Aku tak pernah memaksamu untuk merasakan hal yang sama atau membalas rinduku. Aku cukup tahu diri siapa aku. Biarlah segenap perasaan ini memelukmu dari jauh.
Jaga saja dirimu untukku dan orang - orang yang menyayangimu. Jangan lupa selalu mengucap syukur atas segala nikmatNya. Pantang menyerah akan segala rintangan hidup. Dan semoga kamu selalu dalam lindungan Tuhan di manapun kamu berada.
Jangan paksa aku untuk berhenti menyayangi dan merindumu, ingat soal perasaan tak bisa dipaksakan ;)
-angelinaamm-
Comments
Post a Comment