Satu dari empat pilar mulai menyala Lahirkan asa baru dalam atma Setelah tutup liturgi tahun lalu Kini, sebatang lilin mengawali hari baru Bergegas masuki kediamanNya Menutup mata, merapal doa Panjatkan untaian syukur Hapuskan khilaf yang terlanjur Lilin pertama berpendar Memanggil jiwa-jiwa yang kerontang Hingga semua umat tersadar Bahwa Juru Selamat telah datang Marilah berhimpun di altarNya Bermadah puji tulus dari sanubari Kelak tiba waktunya kita sigap Sambut Tuhan dalam putihnya hati Amin. Yogyakarta, 29 November 2015
hidup ini seperti kopi, pahit-manis panas-dingin semua teraduk dalam sebuah cangkir. jika kopi tersebut tumpah pilihanmu hanya 2 : meratapi tumpahan tersebut atau membuat kopi yang baru :)