Sembilan bulan berlindung dalam rahimmu Bergantung hidup pada seutas plasenta Maut menyerah bergelut denganmu Kala generasi baru tiba di depan mata Tuturmu bagai senandung nyanyian Bibir terlengkung indah atas rengekan Retina penuh cemas menangkap bayangan Bidadari kecil dalam rangkulan Dua dasawarsa sudah terlewatkan Bidadari kecil kini telah dewasa Mengepakkan sayap – sayap kehidupan Tiada gentar menantang bayu perkasa Kertas yang ternoda menjadi saksi bisu Goresan tintapun seolah bersuara Barisan puisi ini tak seindah paras mu Wanita yang kupanggil mama -angelinaamm-
hidup ini seperti kopi, pahit-manis panas-dingin semua teraduk dalam sebuah cangkir. jika kopi tersebut tumpah pilihanmu hanya 2 : meratapi tumpahan tersebut atau membuat kopi yang baru :)