Sabtu malam satu minggu lalu
Di ujung saluran suara kau berseru getir
Mengoyak rajutan cerita nan terjalin
Matikan sekar asmara merekah
Hingga membujur dalam kerontang
Ucapmu perjalanan kita buntu
Tiada pernah jumpa titik temu
Pendakian kisah berujung sia-sia
Kau berkilah, puncak kita tidaklah sama
Torehkan lara bila diteruskan
Bilur-bilur asa nan berdarah kan menjejak
Tanpa sekelumit bahagia kan tercecap
Sabtu malam kali ini
Selembar undangan mendarat di beranda
Kutangkap nama seorang gadis
Menggelayut mesra tepat di sebelah namamu
Bibir terkatup enggan terbuka
Mendesah pun tiada mampu
Hanya buram tutupi jendela hati
Pantaskah isak-isak kulontarkan?
Sedang dirimu sibuk tunjukkan rona bahagia
Lewat selembar undangan di beranda
Yogyakarta, 24 Oktober 2015
-angelinaamm-
-angelinaamm-
Comments
Post a Comment