Skip to main content

Ho Do Sasude - Kaulah Segalanya #Lagu_dan_Puisi

Lagu
Ho Do Sasude
"Dorman Manik feat Rani Simbolon"

Ho do Mata Mual I di Au
Ho do Sasude di NgolukKi
Unang Tinggalhon Au Ito Hasian
Holan Ho do na di RohaKi


engkaulah sumber air untuku
engkau segalaya dalam hidupku
jangan tinggalkan aku sayangku
cuman engkau saja yang ada di dalam pikiranku


Dang na Boi be Tarlupahon Au
Denggan ni Basami da Hasian
Manag di dia pe Hu Ingot do
Padan naung TapuduNi


 tidak bisa lagi aku melupakanmu
itu karena kebaikan dirimu cintaku
kemanapun selalu aku teringat
atas janji-janji yang telah kita pernah buat


Holong Roham tu Au
Songoni do RohaKi
Dang Namuba,Dang Namuse I


seperti engkau mengasihiku
begitu pulalah aku menngasihimu
tidak pernah berubah, tidak pernah akan hilang


Tiop ma Tangan Hon
Tapasada ma Ito,Padan naung TarpuduNi


pengang tanganku ini
kita satukan sayang , atas semua yang telah kita janjikan dahulu


Dududu 2x Tapogomos ma Ito
Dududu 2x Padan nang TapuduNi

duu.. kita satukan lah sayang
duu.. janji pernikahan yang telah kita impikan/janjikan

sumber lirik lagi & terjemahan : http://musikdanlyrics.blogspot.co.id/2014/08/arti-lagu-batak-ho-do-sasude-dorman.html
.
.
.
.
.
Puisi
Kaulah Segalanya
“Angelina Maria Meo

Kaulah setitik embun pagi yang hinggapi kelopakku
Hingga merekah perlahan dalam genggaman cinta
Hasratku meratu, Pinta tuk hentikan waktu!
Agar tiada beranjak senyummu dari sukma

Tak pernah terlepas rupamu dalam benak
Meski hitam-putih kau lumuri
Selalu ingin kulafal kembali sejenak
Syair suci kita yang hakiki

Tanpa jeda kau hujani hati dengan kasih sayang
Yang enggan berkurang seiring kala merotasi
Kuhitung rindu terendap dalam jejak kenang
Sampai pejaka datang meretas segala spasi

Renggang dalam jemari kini kau dekap
Terlapang dada akan segala beban
Ternyata bukan pada hampa kuberharap
Janji suci kita tiada sekedar angan


Yogyakarta, 12 Oktober 2015
-angelinaamm-

Comments

Popular posts from this blog

Menuju Pagi

Menuju pagi pandangan kita saling berbincang, perihal renjana tersimpan di waktu panjang, juga tanya yang menggebu dalam dada, yang terus bertambah tanpa jeda. Ada ingin yang tak sempat terucap, bersama rindu yang lama mengendap, berpadu mengisi sudut-sudut jiwa, yang lagi-lagi runtuh dibabat kecewa. Bagaimana kupecahkan tanda tanya di balik sorot mata? sedang lidah sibuk menahan barisan kata, meredam debar yang semakin bising, bersama rasa ingin tahu yang tak juga menyingsing. Sudut kota, 2025

Tak Pernah Tepat Waktu

Kepada sang penggerak kala, izinkan aku memahami teka-teki rasa, perlahan menapaki dinding sanubari, melewati celah di antara dua anak manusia Bagaimana terjemahan "cinta", sedang aku terus mencari "kita", sibuk berlari dari pelukan dia, dan berhenti di dekapan kekasih lainnya, yang lagi-lagi dibawa lari semesta  Sanggupkah aku melawan waktu? sedang aku terus diam dalam rangkulan ragu  menanti tepat yang tak kunjung berlaku   Tangerang, 30 Maret 2025 terinspirasi dari film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Ost. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu | Aina Abdul ft Fabio Asher

Ruang Kosong

Lewat tengah malam aku masih menerka-nerka, perihal perjalanan waktu yang mengantarku kepadamu, bagaimana suka duka di belakang, menerjemahkan seperti apa kita sekarang Ada sesal yang terlahir (lagi), dari tangan-tangan yang menggenggam hitam, juga pengampunan yang dilafalkan satu demi satu, membuka tabir masa lampau yang kusimpan rapat-rapat Bagaimana mungkin kaki ini terantuk kembali pada lubang yang sama, sedang di depan sana lagi-lagi bendera abu-abu yang kau kibarkan, seperti warna yang kau goreskan di tahun-tahun sebelumnya Mungkin sudah datang masanya, berbincang kepada diri, melapangkan dada menampung kecewa, meski hati kerap bertanya-tanya,  bagaimana membaca kata "cukup" di matamu? Bahkan jika seisi dunia kuberi, tak kan (pernah) cukup mengisi ruang kosong dalam hatimu Begitu juga maafmu, tak sanggup membalut luka yang (selalu) kau ukir Ruang Kosong, 23 Februari 2025