Skip to main content

Lewat Aksara

Aku hanya mampu meraba ukiran rupamu lewat sebait aksara. Menorehkan lukisan rasa yang mendalam lewat goresan pena. Dan menumpahkan segala kerinduan pada secarik kertas.
Kamu, ya kamu yang siang malam diam- diam menyusup ke pikiranku. Menebarkan aroma tubuhmu di setiap udara yang kuhirup. Menyenandungkan syair indah di runguku.
Kamulah yang sejak hari itu mendiami hatiku. Mengisi tiap sudutnya dengan benih - benih rindu. Tanpa kamu tahu bahwa setiap hari  kuhujani benih itu dengan air mata dan kupupuk dengan asa yang berlabuh padamu.
Dan kini,rasa itu merekah indah di dasar sanubari. Memukau setiap netra yang menatap. Kecuali sepasang netramu. Ya, karena sepasang netramu begitu terpaku terhadap bidadari di seberang lautan. Hingga ku di depan mata tak kau tengok.
Kini larik - larik aksara dalam sehelai kertas telah bias. Butir bening tengah menenggelamkannya di lautan nestapa


-angelinaamm-

Comments