Berpangku tangan membunuh waktu Nyalang mata telanjangi keadaan Mereka yang bergulat dengan jutaan angka Memerah isi kepala hingga mual Lahirkan goresan tajam Entah yakin atau bimbang Entah benar atau salah Sedang aku tergugu di lorong sunyi Menggali aksara mengubur jenuh Hingga terlahir satu dua larik Tentang lelahnya menanti di kala senja Lt.2 FE UPNYK, 26102015 . . . #edisinungguyanguts
hidup ini seperti kopi, pahit-manis panas-dingin semua teraduk dalam sebuah cangkir. jika kopi tersebut tumpah pilihanmu hanya 2 : meratapi tumpahan tersebut atau membuat kopi yang baru :)