Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2015

Penantian di Kala Senja

Berpangku tangan membunuh waktu Nyalang mata telanjangi keadaan  Mereka yang bergulat dengan jutaan angka Memerah isi kepala hingga mual  Lahirkan goresan tajam Entah yakin atau bimbang Entah benar atau salah  Sedang aku tergugu di lorong sunyi  Menggali aksara mengubur jenuh Hingga terlahir satu dua larik Tentang lelahnya menanti di kala senja  Lt.2 FE UPNYK, 26102015 . . . #edisinungguyanguts

Mati di Sudut Sunyi

Bilur-bilur kenang tergurat di tepi atma Mencekat pita suara tuk lahirkan gema Mencecap getir  kala sebut satu nama Ah… sekilas cerita masa lampau Nan bumbui malam dengan racau Telanjangi selubung hati hingga kacau Kutelusuri sayatan lara yang menjejak Tiada perih kendati pun terpijak Walau ampas memori enggan beranjak Biarlah terkubur rapat dalam sanubari Bangkai rasa membujur di sudut sunyi Nisan tanpa pahat nama setia terpatri Yogyakarta, 20 Oktober 2015

Selembar Undangan di Beranda

Sabtu malam satu minggu lalu Di ujung saluran suara kau berseru getir Mengoyak rajutan cerita nan terjalin Matikan sekar asmara merekah Hingga membujur dalam kerontang Ucapmu perjalanan kita buntu Tiada pernah jumpa titik temu Pendakian kisah berujung sia-sia Kau berkilah, puncak kita tidaklah sama Torehkan lara bila diteruskan Bilur-bilur asa nan berdarah kan menjejak Tanpa sekelumit bahagia kan tercecap Sabtu malam kali ini Selembar undangan mendarat di beranda Kutangkap nama seorang gadis Menggelayut mesra tepat di sebelah namamu Bibir terkatup enggan terbuka Mendesah pun tiada mampu Hanya buram tutupi jendela hati Pantaskah isak-isak kulontarkan? Sedang dirimu sibuk tunjukkan rona bahagia Lewat selembar undangan di beranda Yogyakarta, 24 Oktober 2015 -angelinaamm-

INSOMNIA #PATIDUSA_TANGGA

Dalam detak jantung malam Telanjangi lekuk sunyi Remah-remah waktu Merotasi Sukma bergejolak tiada ujung Rambati isi kepala Kantuk menguap Termangu Sembunyi rupa bernaung selimut Mencumbu dataran kapuk Gapai kenikmatan Lelap Angan-angan rehat tinggal cerita Realita netra terjaga Meratap pedih Insomnia Yogyakarta, 2 Oktober 201 5 -angelinaamm-

Hai, Pujilah - Bunda Penebus #Lagu_Puisi

Lagu Judul : Hai, Pujilah Oleh :Syair = Antonius Soetanta, SJ             Lagu  = Jubilate 1970 Hai, pujilah segala bangsa, Maria Bunda Penebus. Tak ada mahluk yang mulia sebagai Bunda yang kudus. (Reff) Ya, hati Bunda yang tersuci, teladan bagi hidupku, semoga anakmu selalu seperti sinar hatimu. (Reff) Jikalau jatuh dalam dosa, dan padam sinar jiwaku, semoga kami kau antarkan kepada Yesus ,putramu. (Reff) Reff (1-3) : O ingatlah, ya Bundaku, doakan kami, anakmu. O, ingatlah, ya Bundaku, doakan kami anakmu. Sumber lagu : Puji Syukur no 638 .  . . . . Puisi Judul : Bunda Penebus Oleh : Angelina Maria Meo Puji-pujian terlantun dalam hati tiap insan Menggema engkaulah Mahluk yang Mulia Kudus nan terpilih sebagai Bunda Penebus Putih hatimu tanpa jelaga dosa Terbitkan seberkas sinar terang  di lorong kehidupan Yakinkan aku tuk menapaki jalan kebenaran Hingga terpancar kilau cahaya kal...

Celotehan Tentang Kopi Tubruk

Ini celotehan tentang kopi tubruk yang tergenang dalam secangkir cerita. Di mana sebatang sendok mengaduk corak perbedaan hingga menjadi padu. Kemudian menguaplah tawa menyapa udara dalam kepahitan perjalanan. Hingga ampas-ampas kenang mendiami dasar cangkir cerita. Inilah celotehan tentang kopi tubruk, dalam secangkir cerita pertemanan. Jogja, 13102015 -angelinaamm-

Senja Berbalut Duka #haiku

Senja meredup Legam mencumbu mega  Lukisan duka Jgj, 10102015

Dini Hari

*abis chattingan sama si lapet* Kupatri diri di muka layar Puaskan netra gerayangi selarik aksaramu Bait-bait rindu nan membuncah kau hantarkan Transaksi kabar kian terlaksana Bak kabar burung merajalela enggan terhenti Sebentuk kenang jua kau ungkit kembali Tawa candamu menusuk sudut atma Yang teriris perih menanti sang kala tiba Tuk robek habis bentangan jarak di antara kita Yogyakarta, 13 Oktober 2015 -angelinaamm-

Ho Do Sasude - Kaulah Segalanya #Lagu_dan_Puisi

Lagu Ho Do Sasude " Dorman Manik feat Rani Simbolon" Ho do Mata Mual I di Au Ho do Sasude di NgolukKi Unang Tinggalhon Au Ito Hasian Holan Ho do na di RohaKi engkaulah sumber air untuku engkau segalaya dalam hidupku jangan tinggalkan aku sayangku cuman engkau saja yang ada di dalam pikiranku Dang na Boi be Tarlupahon Au Denggan ni Basami da Hasian Manag di dia pe Hu Ingot do Padan naung TapuduNi  tidak bisa lagi aku melupakanmu itu karena kebaikan dirimu cintaku kemanapun selalu aku teringat atas janji-janji yang telah kita pernah buat Holong Roham tu Au Songoni do RohaKi Dang Namuba,Dang Namuse I seperti engkau mengasihiku begitu pulalah aku menngasihimu tidak pernah berubah, tidak pernah akan hilang Tiop ma Tangan Hon Tapasada ma Ito,Padan naung TarpuduNi pengang tanganku ini kita satukan sayang , atas semua yang telah kita janjikan dahulu Dududu 2x Tapogomos ma Ito Dududu 2x Padan nang TapuduNi duu.. kita satukan lah sayang duu...

SESAL DI UJUNG WAKTU #Patidusa_Cemara

Selesai! Menutup masa Beserta rangkaian cerita Genapkan segala goresan takdir Terpaku Batin nelangsa Di ujung waktu Sesal menghimpit dinding kalbu Laknat Nurani tenggelam Dalam telaga nista Manis khilaf berujung petaka Terendap Jejak-jejak lara Rengkuh pongahnya atma Noda sukma enggan beranjak Yogyakarta, 6 Oktober 2015 -angelinaamm-

Malam di Bulan Oktober

Tanpa Judul (5)

Hingga Nanti

Terima kasih untuk teguh bertahan mengarungi biduk rumah tangga dalam lautan kehidupan. Terima kasih untuk mengembangkan layar kesetiaan meski prahara di depan mata siap menerpa. Terima kasih untuk memberikan kenyamanan dalam kesederhanaan yang melebihi mewahnya istana emas. Terima kasih untuk kekokohan menaungi tiga insan yang sedang dalam perjalanan menjadi “orang”. Terima kasih untuk petuah-petuah yang terkadang menyayat telinga. Terima kasih untuk luapan kasih sayang yang melebihi luasnya samudera di dunia ini. Dan terima kasih untuk tetap menjadi rumah yang selalu dirindukan. Selamat ulang tahun pernikahan ke 21 ma, pa! Semoga senantiasa saling mengasihi dalam kasih sayang Kristus hingga maut menjemput. Tuhan berkati selalu J Yogyakarta, 1 Oktober 2015 -angelinaamm-