Kabisat nyaris tenggelam di lautan kembang api dan riuhnya petasan. Masa berputar, sekejap semua yang pernah direkam semesta kini mendapat tempat di sudut hati yang berkenan.
Hitam putih 366 hari beranjak dibawa waktu yang terus berdetak. Khilaf yang melekat pada lampau akan tetap tinggal, mengakar dalam benak. Kendati tangan menjamah dengan doa, dia tetap ada. Jadi, genggam saja semua. Leburkan bersama hasrat yang terlalu naif bahwa gelap tak akan datang.
Tangerang, 31 Desember 2016
Comments
Post a Comment