Sudah empat Desember
tiga masehi disusul satu kabisat
terbenam dalam rotasi kala
habis bermuara di kota ini
Desember pertama kelabu
berbalut pilu
juga sebaris kekata sendu
Desember kedua berkubang tanya
perihal memilih persimpangan
juga jawab di ujung jalan
Desember ketiga penuh candu
menghamba penuh letupan dalam dada
perlahan lompati batas angan
Desember keempat memungut kembali
kepingan-kepingan yang tak usai
dari endapan di balik tanya
Cerita Desember kelima masih kusimpan
mungkin nanti akan kutulis
atau tetap kugenggam sendiri
di suatu tempat
Yogyakarta, 21 Desember 2016
tiga masehi disusul satu kabisat
terbenam dalam rotasi kala
habis bermuara di kota ini
Desember pertama kelabu
berbalut pilu
juga sebaris kekata sendu
Desember kedua berkubang tanya
perihal memilih persimpangan
juga jawab di ujung jalan
Desember ketiga penuh candu
menghamba penuh letupan dalam dada
perlahan lompati batas angan
Desember keempat memungut kembali
kepingan-kepingan yang tak usai
dari endapan di balik tanya
Cerita Desember kelima masih kusimpan
mungkin nanti akan kutulis
atau tetap kugenggam sendiri
di suatu tempat
Yogyakarta, 21 Desember 2016
Comments
Post a Comment