Ku pandang wajah mama yang semakin menua. Gurat kelelahan nampak di wajahnya, namun beliau enggan mengungkap dalam kata. Hanya petuah - petuahnya kusimpan dalam memori. Tersirat keinginan beliau agar studiku lancar dan selesai tepat waktu.
Aku terdiam, menyadari suatu hal. Aku adalah insan yang terlalu mengikuti arus ombak kehidupan. Begitu asik menyelami hingga ke lautan paling dalam. Menikmati indahnya biota laut hingga lupa caranya untuk berenang dan kembali ke daratan. Ya aku lupa daratan.
Aku terlalu asik menikmati hidup hingga mengesampingkan nilai - nilai perjuangan. Melupakan tanggung jawab yang kupikul sejak aku memutuskan tinggal di kota ini.
Permintaan mama seperti pelampung yang membantuku berenang ke daratan. Mengejutkan aku yang masih terlena menikmati semua keindahan di depan mata. Namun pelampung itu menyelamatkanku untuk segera kembali, menyadarkan bahwa jika aku sudah sampai dasar lautan maka pelampung itu tak tampak olehku dan mungkin bagiku untuk tak kembali ke daratan.
Dalam kayuhan tangan dan kakiku kembali ke daratan aku mengukir janji. Belajar dengan sungguh - sungguh, mempertahankan indeks prestasiku yang walau tak seberapatapi kupegang erat jangan sampai jatuh. Mencapai gelar sarjana 2 tahun dari sekarang, memakai jubah kebanggaan, lambang keberhasilan yang mampu merekahkan setiap senyum orang tua dari si pemakai jubah, tanda satu tahap kehidupan terlewati dan siap masuk babak selanjutnya.
Dalam Nama Tuhan Yesus, Amin O:)
Aku terdiam, menyadari suatu hal. Aku adalah insan yang terlalu mengikuti arus ombak kehidupan. Begitu asik menyelami hingga ke lautan paling dalam. Menikmati indahnya biota laut hingga lupa caranya untuk berenang dan kembali ke daratan. Ya aku lupa daratan.
Aku terlalu asik menikmati hidup hingga mengesampingkan nilai - nilai perjuangan. Melupakan tanggung jawab yang kupikul sejak aku memutuskan tinggal di kota ini.
Permintaan mama seperti pelampung yang membantuku berenang ke daratan. Mengejutkan aku yang masih terlena menikmati semua keindahan di depan mata. Namun pelampung itu menyelamatkanku untuk segera kembali, menyadarkan bahwa jika aku sudah sampai dasar lautan maka pelampung itu tak tampak olehku dan mungkin bagiku untuk tak kembali ke daratan.
Dalam kayuhan tangan dan kakiku kembali ke daratan aku mengukir janji. Belajar dengan sungguh - sungguh, mempertahankan indeks prestasiku yang walau tak seberapatapi kupegang erat jangan sampai jatuh. Mencapai gelar sarjana 2 tahun dari sekarang, memakai jubah kebanggaan, lambang keberhasilan yang mampu merekahkan setiap senyum orang tua dari si pemakai jubah, tanda satu tahap kehidupan terlewati dan siap masuk babak selanjutnya.
Dalam Nama Tuhan Yesus, Amin O:)
Comments
Post a Comment