Tetes hujan terus jatuh tanpa jeda
Aku membiarkan diriku berjalan di bawahnya
Memaki apa yang ingin ku maki
Tertawa atas pilihan yang ku anggap benar
Berusaha berjuang, tapi tak mengerti apa yang kuperjuangkan
Hanya tampak berjuang, tapi jiwanya mati
Aku lelah, aku muak
Ingin berteriak harusnya aku tak di sini
Meronta bukan ini yang kumau
Berlari ke tempat seharusnya ku berada
Di mana kutemukan "jiwa" ku di dalamnya
Aku termenung
Menatap hujan dalam diam
Aroma tanah basah memberi kedamaian
Haruskah aku berhenti berjalan setelah sejauh ini?
Berbalik arah dan memulai dari awal?
Sedangkan aku sudah terlanjur basah
Ah sudahlah
Aku tak boleh mengeluh
Hidup tak secengeng itu
Hujan selalu tanpa jeda bukan?
Angin badai dan petir pasti ada
Tapi selalu ada pelangi setiap hujan
Selalu ada senyuman manis di akhir perjuangan
-angelinaamm-
Aku membiarkan diriku berjalan di bawahnya
Memaki apa yang ingin ku maki
Tertawa atas pilihan yang ku anggap benar
Berusaha berjuang, tapi tak mengerti apa yang kuperjuangkan
Hanya tampak berjuang, tapi jiwanya mati
Aku lelah, aku muak
Ingin berteriak harusnya aku tak di sini
Meronta bukan ini yang kumau
Berlari ke tempat seharusnya ku berada
Di mana kutemukan "jiwa" ku di dalamnya
Aku termenung
Menatap hujan dalam diam
Aroma tanah basah memberi kedamaian
Haruskah aku berhenti berjalan setelah sejauh ini?
Berbalik arah dan memulai dari awal?
Sedangkan aku sudah terlanjur basah
Ah sudahlah
Aku tak boleh mengeluh
Hidup tak secengeng itu
Hujan selalu tanpa jeda bukan?
Angin badai dan petir pasti ada
Tapi selalu ada pelangi setiap hujan
Selalu ada senyuman manis di akhir perjuangan
-angelinaamm-
Comments
Post a Comment