Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

Pengampunan Terakhir

Halo kamu, ternyata tidak mudah, memulai kembali cerita yang kemarin dipaksa padam.  Luka-luka baru datang tanpa permisi bersama luka-luka lama yang belum beranjak. Seperti mengutuk rindu yang diam-diam pudar dan menjelma hampa.  Menciptakan jeda yang berujung jera. Bagaimana caranya memeluk kembali renjana tentang kamu, sementara yang dinamakan "kita" tidak pernah lagi berjumpa dalam bahasa yang satu? Barangkali sudah masanya kita saling mengampuni. Mari berjanji ini untuk yang terakhir kali. Sebelum melambaikan tangan, saling memeluk diri sendiri, untuk kemudian mencari pulangnya masing-masing. Dari aku, yang berkali-kali jatuh kepadamu Tangerang, 19 November 2020

Kepada Mei

Kepada Mei yang baru saja melangkah bersama renjana dalam tanya, di mana kalimat yang dulu dilafalkan tanpa ragu? kini satu kata saja tiada suara. Kepada Mei yang terlalu abu-abu, tak perlu lagi dicari segala bising yang kini menjelma asing, kita sama-sama tahu, senyap lebih layak untuk didengar. Kepada Mei yang menolak ingat setumpuk ingin, biar saja padam segala jejak langkah di belakang, sebab tak semua jeda, harus diselesaikan. Sampai berjumpa kembali, Mei dalam rona bahagia, yang masih rahasia. Tangerang, 31 Mei 2020