Halo kamu,
ternyata tidak mudah, memulai kembali cerita yang kemarin dipaksa padam.
Luka-luka baru datang tanpa permisi bersama luka-luka lama yang belum beranjak.
Seperti mengutuk rindu yang diam-diam pudar dan menjelma hampa.
Menciptakan jeda yang berujung jera.
Bagaimana caranya memeluk kembali renjana tentang kamu, sementara yang dinamakan "kita" tidak pernah lagi berjumpa dalam bahasa yang satu?
Barangkali sudah masanya kita saling mengampuni.
Mari berjanji ini untuk yang terakhir kali.
Sebelum melambaikan tangan, saling memeluk diri sendiri, untuk kemudian mencari pulangnya masing-masing.
Dari aku,
yang berkali-kali jatuh kepadamu
Tangerang, 19 November 2020
Comments
Post a Comment