Kepada Mei yang baru saja melangkah bersama renjana dalam tanya,
di mana kalimat yang dulu dilafalkan tanpa ragu?
kini satu kata saja tiada suara.
Kepada Mei yang terlalu abu-abu,
tak perlu lagi dicari segala bising yang kini menjelma asing,
kita sama-sama tahu, senyap lebih layak untuk didengar.
Kepada Mei yang menolak ingat setumpuk ingin,
biar saja padam segala jejak langkah di belakang,
sebab tak semua jeda, harus diselesaikan.
Sampai berjumpa kembali, Mei
dalam rona bahagia, yang masih rahasia.
Tangerang, 31 Mei 2020
Comments
Post a Comment