Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2017

Sewindu Satu Masehi

Pikiranmu merupakan tempat yang jauh dari bising, penuh dengan benar-salah segala mungkin. Boleh jadi nanti aku bermuara di sana sebagai perkara, atau memilih menjadi sesuatu yang asing.  "Harusnya, laki-laki tadi lebih cerdik. Gara-gara dia, nyawa temannya melayang," lagi-lagi kamu mengeluh perkara tokoh utama yang ceroboh dalam menjalankan misi. "Itu karena mereka kurang koordinasi, komunikasinya kurang jelas," aku mencoba melihat dari perspektif  berbeda. "Wah, kamu bicara soal kita ya?" Aku menjatuhkan pandang tepat di matamu, mencoba menelusuri lika-liku apa yang sedang kau perkarakan. Buram, tak dapat diterka. Entah, mungkin kau sembunyikan rapat-rapat. Aku tidak mengerti. Sewindu satu masehi hampir meredup, tenggelam dalam ingin tahu yang tak kunjung lenyap. Aku menyimpan satu tanya terlalu dini. Seiring waktu berotasi, tanya yang kugenggam beranak-pinak.  Hingga tahun ke sembilan, aku mendapat tempat. Lebih tepatnya, nyaris mendapat tempat. ...

Saku Kanan

Sembilan puluh sembilan malam sejak purnama terakhir retak di sudut bibirmu masih kusimpan sisa-sisa perbincangan di saku kanan "putar balik", rambu yang selalu ketemui di setiap persimpangan kubuang sedikit waktu membuka kembali saku kanan masih di situ, definisi jalan terus Sudah malam ke seratus tiba-tiba kau ajak bertukar kalimat, meluruskan yang terlalu berliku lagi-lagi kubuka saku kanan, kubaca ratusan kali hingga ramai isi kepala membungkam aksara-aksara yang baru saja kubariskan "Enyahlah," kata terpilih setelah berkutat dengan menit-menit seleksi Tangerang, 16 November 2017 Kau bilang, "kau harus bisa seperti aku, yang sudah biarlah sudah"