Kaiskais mimpi tertebar Renyah dengan senyum yang di lembar Putih selimuti sesumbar Kelak rasa kan kembali hambar Lidahnya manis Menari lewati tapal garis Perlahan kulumat romantis Tak kusangka tajam mengiris Topeng rapat tutupi wajah Isak tangis disulap menjadi tawa Janji orasi para punggawa Membelah sangsi mencipta luka Di panggung tanah syurga Nyawa tinggalkan raga Sisasisa di bawah tangga Menanti pelangi jingga Kilahnya merupa sandiwara Cipta menuai gulagula aksara Pahit nyata akhir sebuah lara Oleh janji berpanji manusia berdasi yang halalkan segala cara Aksaranya tak lagi mampu mendarat Terbelenggu tirani berkarat Demokarasi nyaris berkarat Dihajar tangantangan keparat Inikah simbolik dari arti demokrat Atau sesaji orangorang yang takut melarat Mengatas nama sumpah sandang aparat Tapi lenganya tak kasih merangkul rakyat Tinta Perak. 6 desember2015 Dua kolong nusantara Oleh ; Angelina...
hidup ini seperti kopi, pahit-manis panas-dingin semua teraduk dalam sebuah cangkir. jika kopi tersebut tumpah pilihanmu hanya 2 : meratapi tumpahan tersebut atau membuat kopi yang baru :)