Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2015

Kamu

Kamu Hiasan tak berdebu Gendang tak tertabuh Dawai tak terpetik Kertas tanpa goresan Bunga tanpa kumbang Teori tak tercerna Puisi tak terbaca Nada tak terdendang Kamu adalah sosok tak tersentuh -angelinaamm-

Tak Ada Aku

Jemariku menari lincah di atas papan tombol Mataku menatap tajam layar di muka Mengorek informasi dari baris waktu Memastikan kau baik-baik saja Membaca barisan kata yang kau tulis Segala emosi dan pikiranmu tertumpah disana Tapi tak ada satupun tentang aku -angelinaamm-

Pelangi Sehabis Hujan :)

Tetes hujan terus jatuh tanpa jeda Aku membiarkan diriku berjalan di bawahnya Memaki apa yang ingin ku maki Tertawa atas pilihan yang ku anggap benar Berusaha berjuang, tapi tak mengerti apa yang kuperjuangkan Hanya tampak berjuang, tapi jiwanya mati Aku lelah, aku muak Ingin berteriak harusnya aku tak di sini Meronta bukan ini yang kumau Berlari ke tempat seharusnya ku berada Di mana kutemukan "jiwa" ku di dalamnya Aku termenung Menatap hujan dalam diam Aroma tanah basah memberi kedamaian Haruskah aku berhenti berjalan setelah sejauh ini? Berbalik arah dan memulai dari awal? Sedangkan aku sudah terlanjur basah Ah sudahlah Aku tak boleh mengeluh Hidup tak secengeng itu Hujan selalu tanpa jeda bukan? Angin badai dan petir pasti ada Tapi selalu ada pelangi setiap hujan Selalu ada senyuman manis di akhir perjuangan -angelinaamm-

Candu

Matamu menyipit menatap hangat Suara lembutmu menenangkan Senyum tulusmu membuat hati melonjak Genggamanmu menguatkan Rangkulanmu memberi rasa aman Canda tawamu meronakan pipi Doamu melindungi selalu Salahkah jika aku candu akan dirimu? -angelinaamm-
jatuh cinta itu sederhana, sesederhana jatuhnya perasaanku padamu yang membuatnya tampak rumit adalah kau selalu membuatku menunggu dan bertanya-tanya entah sampai kapan -angelinaamm-

Aku, Kau, Mereka

Ini bukan legenda Siti Nurbaya, ini juga bukan romansa Romeo-Juliet Ini bukan perihal kawin paksa ataupun perang antar kerajaan Ini tentang kita sayang, kisah kita Di mana kita saling bergandengan, mereka mencibir Di mana kita saling menguatkan, mereka mencaci Di mana kita saling mendoakan, mereka tertawa Di mana kita saling mencinta, mereka menghakimi Mereka berseru ketulusan kita hina Mereka menatap penuh benci perjuangan kita Mereka menertawakan janji suci kita Mereka bersumpah kita takkan pernah menjadi "kita" Taukah mereka perasaan kita yang terlalu dalam Taukah mereka ikatan batin kita tak mungkin terpisah Taukah mereka kita tak bisa berhenti merindu Taukah mereka dalam setiap doa kusebut namamu Meminta padaNya kaulah yang terakhir Berharap semesta membuka mata dan merestui Teruslah melangkah sayang, tataplah ke depan Jalan kita masih panjang, ujung jalan kita masih jauh Aku masih di sampingmu, tak peduli ucap mereka Takkan pernah ku beranjak...

Malam Ini Milik Kita

Jemari kita bertautan menyusupkan rasa hangat Hembusan nafasmu terasa menenangkan Detak jantungmu  merdu di telingaku Pelukmu menawarkan sejuta kenyamanan untuk pulang Aroma tubuhmu menciptakan candu untuk tinggal Dalam pekat malam hanya ada kau dan aku Tapi tunggu Mengapa seberkas sinar mulai mengintip Mengapa seruan nyaring mulai terdengar Mengapa ada yang menyebut namaku Oh tidak  Jangan katakan itu Aku benci hal ini Haruskah secepat ini? Pulanglah sayang, pulanglah hari sudah berganti Dia menunggumu di sana Memastikan miliknya ada saat dia membuka mata Pulanglah sayang, malam kita usai sudah Datanglah lagi malam nanti Di mana aku dapat mendekapmu dalam mimpi -angelinaamm-