Kepada kamu yang baru menginjak dua puluh tiga
Selamat datang,
di masa orang lebih peduli akan kekasihmu dibanding kamu,
di masa segala perkara dijadikan perlombaan,
dan di masa topengmu harus kau bawa ke manapun kau melangkah
.
Terima kasih atas kesediaan bertukar manis-pahit
juga sayang-benci
dan benar-salah dalam waktu yang tidak lama
.
Terima kasih telah turut mengubur rahasia bersama
hingga hanya dua di antara kita yang tau,
bagaimana satu cerita sanggup memiliki beberapa judul
.
Semoga setelah melepas dua puluh dua,
lepas juga segala takut yang membelenggu
dan ragu yang menahan kedua kaki
.
Kelak nanti setelah satu masehi habis,
tak kujumpai lagi kau di simpang jalan,
bimbang menentukan arah
.
Selamat ulang tahun
.
Samarinda, 19 Juli 2018
Menuju pagi pandangan kita saling berbincang, perihal renjana tersimpan di waktu panjang, juga tanya yang menggebu dalam dada, yang terus bertambah tanpa jeda. Ada ingin yang tak sempat terucap, bersama rindu yang lama mengendap, berpadu mengisi sudut-sudut jiwa, yang lagi-lagi runtuh dibabat kecewa. Bagaimana kupecahkan tanda tanya di balik sorot mata? sedang lidah sibuk menahan barisan kata, meredam debar yang semakin bising, bersama rasa ingin tahu yang tak juga menyingsing. Sudut kota, 2025
Comments
Post a Comment