Pada sisa debar semalam
aku melempar tanya
bagaimana nyata dapat luput sekejap
memburamkan diri dari ruang dan waktu
Nelangsa singgah
menetap diam enggan beranjak
sedang dalam kepala sibuk menerka
Adakah "layak" melekat?
Layak
tidak
layak
tidak
Bahkan, hingga puisi ini selesai
ribut-ribut tak jua enyah
dan aku
tetaplah larik yang luput dari matamu
Tangerang, 21 Maret 2018
#Selamat Hari Puisi Sedunia
Comments
Post a Comment