Aku memungut kembali kepingan waktu di belakang
menyimpan dalam diam hitam yang melekat
barangkali esok pudar menjelma abu
atau bahkan jadi putih kendati jauh dari mungkin
.
Masih terselip dalam renggang jemari
debu-debu sisa laku tanpa restu
memburamkan kornea dari salah- benar
selama dunia berkata "ya", maka mengapa "tidak"?
.
Jadi harus di mana kubasuh nelangsa yang menetap?
ingin menyapa, terlalu hina angkara
meminjam rupa pun tiada guna
sebab bagiMu, tiada rahasia menjembatani
.
Maka izinkan aku lenyap ke sekian kalinya
berhenti di nomor sepuluh
mengusap wajahMu dalam kamar pengakuan
kembali melafalkan "Aku Percaya"
.
Yogyakarta, 6 April 2017
Kepada sang penggerak kala, izinkan aku memahami teka-teki rasa, perlahan menapaki dinding sanubari, melewati celah di antara dua anak manusia Bagaimana terjemahan "cinta", sedang aku terus mencari "kita", sibuk berlari dari pelukan dia, dan berhenti di dekapan kekasih lainnya, yang lagi-lagi dibawa lari semesta Sanggupkah aku melawan waktu? sedang aku terus diam dalam rangkulan ragu menanti tepat yang tak kunjung berlaku Tangerang, 30 Maret 2025 terinspirasi dari film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Ost. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu | Aina Abdul ft Fabio Asher
Comments
Post a Comment