Kepada pria bermata susu cokelat di Kota Istimewa
inilah aku, gadis pemalu yang kemarin senja mengajakmu
bermain petak umpet
kau mencari aku yang masih ragu sembunyi di balik kata-kata
membariskan sisa-sisa denyut rindu
entah sampai kapan kita terus berteka-teki
sampai kau enggan mencari
atau sampai aku lelah bersembunyi?
Kepada pia bermata susu cokelat dalam balutan jaket merah-biru
tak akan lagi kulempar tanya perihal beranjak-menetap
atau taruhan menyimpan wajah dalam benak
aku dan kau telah paham
gelar pemenang bukan kita penyandangnya
Kepada pria bermata susu cokelat yang menamatkan surat ini
jika nanti senyummu terbit sebelum fajar
barangkali itu salah satu hasil perundinganku denganNya
jauh-jauh hari sebelum surat ini kutulis
Imogiri, 25 Agustus 2016
Tertanda : (masih) perempuanmu
Comments
Post a Comment