Bayu mendesir meniup anak - anak rambutmu, dan sosokmu terpatri di bibir pantai. Menanti sang fajar menyisih perlahan. Menikmati detik - detik temaramnya langit.
Tidak sadarkah kamu? Kamu seperti semburat jingga di kala petang. Indahnya hanya sesaat, kemudian gelap, pekat, legam. Aku terus menunggu senja itu kembali, walaupun hanya sesaat dan beranjak dengan segera.
Tidak sadarkah kamu? Kamu seperti semburat jingga di kala petang. Indahnya hanya sesaat, kemudian gelap, pekat, legam. Aku terus menunggu senja itu kembali, walaupun hanya sesaat dan beranjak dengan segera.
-angelinaamm-
Comments
Post a Comment