Pada sisa debar semalam aku melempar tanya bagaimana nyata dapat luput sekejap memburamkan diri dari ruang dan waktu Nelangsa singgah menetap diam enggan beranjak sedang dalam kepala sibuk menerka Adakah "layak" melekat? Layak tidak layak tidak Bahkan, hingga puisi ini selesai ribut-ribut tak jua enyah dan aku tetaplah larik yang luput dari matamu Tangerang, 21 Maret 2018 #Selamat Hari Puisi Sedunia
hidup ini seperti kopi, pahit-manis panas-dingin semua teraduk dalam sebuah cangkir. jika kopi tersebut tumpah pilihanmu hanya 2 : meratapi tumpahan tersebut atau membuat kopi yang baru :)