Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2017

Entah

Ternyata membongkar pasang aksara tak lagi mudah Apalagi ditambah perkara mengapa dan karena Rasanya ingin bertanya bagaimana menjadi apa Namun berhenti tiba-tiba pada tetapi . Jeda yang ada jangan sampai berkelana terlalu jauh Biar dia berhenti di sini, ataupun tepat detik ini Kelak, semua akan bertemu pada hari kelima Semoga segera reda kecamuk dalam pikir . Yogyakarta, 13 Februari 2017

Pada Akhirnya

Pada akhirnya, debar terlarang antara dua anak manusia harus dipadamkan Kendati malam lebih indah disebrangi secara beriringan Dan pagi terlalu rugi jika didekap sendiri-sendiri . Namun hati kini berpijak pada suatu yang asing Bagaimana dinamakan rumah, jika pagarnya tak sanggup lagi terbuka? Atau mungkinkah disebut pulang, jika di dalamnya hanya kau jumpai berang? . Jadi, tutup saja paragraf yang memuat kau dan aku Alinea ini terlalu sesak, sedang waktu terus mendesak Paru-paru tak sanggup lagi menampung cerita yang sia-sia . Mungkin, doa yang tersusun menjadi nama cukup keras menampar kita Bahwa, kau dan aku terlarang bagi titik temu Sejatinya, kita tak seistimewa kota ini . Yogyakarta, 5 Februari 2017

Januari Tanpa Cerita

Satu per satu kristal bening meninggalkan langit januari Menyapu dosa-dosa yang enggan tanggal Juga tanda titik yang tidak semestinya ada Januari sepertinya tak bergairah merangkai kata Romansa-romansa enggan berpijak pada waktu Tersembunyi dalam buah-buah pikir berkulit duri Jadi kuhabiskan saja doa-doa yang tertinggal Merekah jadi apa dan bagaimana Biar nanti semesta berkisah Yogyakarta, 1 Februari 2017